Selasa, 30 Maret 2010

Save our earth, now! Part 4

Use Them Wisely !

Sikap kita dalam menggunakan teknologi sangat mempengaruhi lingkungan lho! Karena sebagian besar energi, terutama listrik, akan terbuang sia-sia kalau kita sering boros dalam memakai alat-alat elektronik. Ayo, menghemat energi dengan cara mengubah sikap dan cara pakai kita. Ini dia cara-caranya :

  1. AC atur fitur night set back atau economy mode pas kamu tidur. Atur juga fan operationmode pada setting auto, serta pastikan instalasi AC dalam posisi baik. Soalnya kesalahan instalasi bisa bikin kerja AC nggak maksimal hingga memboroskan energi. Nah, ini juga penting nih.. kalau kalian tidur malam hari dengan AC pastikan lampu-lampu atau barang elektronik kalian switch off jadi tidak ada pemborosan energi pada waktu malam hari, selain itu juga membantu orang tua menghemat biaya listrik dirumah.
  2. Setrika atur tingkat panas setrika sesuai dengan bahan pakaian yang akan disetrika. Bersihkan bagian bawah setrika dari kerak karena bisa menghambat panas. Jangan lupa juga untuk segera mematikan setrika tiap selesai menyetrika atau kalau akan ditinggalkan untuk mengerjakan hal lain.
  3. Lampu Switch off lampu setiap nggak digunakan dan pas kamu tidur. Untuk bohlamnya, ganti bohlam biasa dengan yang hemat energi. Manfaatkan cahaya matahari semaksimal mungkin dengan nggak menyalakan lampu di siang hari.
  4. Kulkas hindari mebuka-tutup kulkas terlalu sering, soalnya kalau udara dingin keluar, kompresor bekerja keras dan membutuhkan energi lebih besar. Jangan penuhi kulkas apalagi dengan bahan makanan yang udah nggak terpakai dan atur suhu sesuai kebutuhan.
  5. TV & Radio jangan males mematikan TV, Radio, Tape Recorder, serta peralatan audio visual lainnyakalau lagi nggak dipakai.
  6. Kipas Angin kalau kipas anginmu dilengkapi pengatur waktu, set timer sesuai kebutuhan. Atur juga kecepatan kipas, nggak usah set dengan kipasan maksimal kalau kamu nggak kepanasan banget, karena kipasan yang kencang butuh lebih banyak energi.
  7. Mesin Cuci pakai mesin cuci yang hemat air. Hindari penggunaan pengering listrik kalau matahari di luar masih terik, karena kan baju-baju bisa dikeringkan secara alami.
  8. Rice Cooker setiap akan menanak, masaklah nasi sesuai kebutuhan, serta hindari penggunaan penghangat nasi terlalu lama. Kalau nasi sudah hangat, cepat-cepatlah matikan tombol pemanasnya biar energi listriknya nggak terbuang percuma, lalu tarik kontak listriknya supaya hemat listrik.
  9. Handphone jangan lupa menarik kontak listriknya jika sudah selesai recharge hp kamu.
  10. Air daripada membuang air dengan berendam di bath tub, lebih baik pakai pancuran. Matikan juga keran air pas lagi sabunan, keramas atau menyikat gigi. Dan kalau hujan, tampung air curahannya untuk menyiram tanaman atau mencuci mobil.

Untuk PC atau Laptop, ada beberapa tips hemat energi juga nih, yang bisa kita terapkan sehari-hari :
  1. Atur pencahayaan dan kontras monitor secukupnya. Untuk mengatur pencahayaan ini, pakai tombol yang biasanya ada dibawah atau disamping monitor.
  2. Set mode hibernate komputermu. Mode hibernate merupakan fasilitas untuk melakukan shut down tanpa perlu menutup atau mematikan aplikasi yang sedang kita pakai
  3. Kalau ninggalin PC sementara, aktifkan mode standby.
  4. Waktu recharge batterai laptop, pastikan proses charge-nya sampai selesai. Proses charge yang dilakukan setengah-setengah malah akan menghabiskan lebih banyak energi.
  5. Setiap selesai pakai port USB dari laptop atau PC sebaiknya langsung dilepas, karena peralatan yang masih menancap di port USB, ternyata juga bisa menghabiskan tenaga pada PC atau Laptop!.
  6. Dan yang paling penting nih... jangan lupa matikan komputer sebelum tidur ya...


Pssstttt... ada bocoran beberapa alat rumah tangga berteknologi eco friendly yang sudah beredar di pasaran dunia nih... cek ya..
  • Refrigerator Samsung RL-39WBSM, kulkas dengan pendingin alami R600a yang tidak merusak lapisan ozon.
  • Electrolux-Ripa Front Load Washer & Dryer, mesin cuci yang waktu cuci dan pengeringannya super singkat (18 menit saja!). Hemat Air dan listrik kan...
  • Electrolux Ultra Silencer Green Vacuum Cleaner, dibuat dari 55% plastik daur ulang. Vacuum cleaner yang paling hemat energi karena mampu mengurangi konsumsi energi sampai 33% dibanding penyedot debu lainnya...

sumber : gogirl magazine dan berbagai sumber

Senin, 29 Maret 2010

Save our earth, now! Part 3

KONTROVERSI KTT KOPENHAGEN


Tanggal 7-18 Desember 2009 lalu. KTT perubahan iklim PBB diadakan di Kopenhagen, Denmark. KTT ke-15 yang dua tahun sebelumnya diselenggarakan di Bali ini berusaha mengajak berbagai negara di dunia untuk membahas perubahan yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan bumi yang semakin terancam, as we know Global Warming.

The Rich Vs The Poor
Tapi nyatanya, konferensi ini malah jadi mirip ajang lobi antar negara kaya dan miskin. Padahal PBB ingin KTT ini jadi titik balik yang secara tegas "memaksa" dunia beralih dari energi fosil ke sumber-sumber energi terbaru seperti hidro, panas matahari, dan angin. Kesepakatan makin jauh tercapai saat negara-negara industrial seperti Amerika Serikat, Cina, India dan Brazil, yang memiliki kepentingan ekonomi dan politis, keberatan tentang pemangkasan emisi. Sebaliknya, negara-negara maju seperti Perancis dan Jepang pengen negara-negara industri tadi tegas mengurangi emisi karbon mereka. Bahkan, Jepang sudah setuju menyediakan anggaran USD 5 Miliar / Tahun untuk membantu negara miskin kalau kesepakatan tercapai.
Janji lain datang dari Australia, Perancis, Jepang, Norwegia, Inggris dan AS yang mengumpulkan dana kolektif USD 3,5 Miliar untuk mengatasi penebangan hutan. Tapi lagi-lagi komitmen ini cuma bisa dicairkan kalau KTT menghasilkan kesepakatan yang mengikat secara hukum, sementara Copenhagen Accords tidak.

When Money Speaks...
Masalah dana juga menjadi isu penting dalam KTT, karena untuk menciptakan infrastuktur clean energy secara global, biaya yang dibutuhkan sangat besar. Dengan berbagai konflik kepentingan, lebih dari 110 kepala negara dan pemerintahan tidak berhasil mencapai kesepakatan. Yanga ada "hanya" Copenhagen Accords tadi, yang dirumuskan hanya oleh 25 negara secara tertutup menjelang akhir KTT. Banyak negara, institusi dan LSM internasional yang kecewa dengan hasil ini karena Copenhagen Accords hanya menjamin bantuan keuangan USD 100 Milyar / Tahun untuk negara berkembang, sedangkan untuk target pengurangan emisi gas rumah kaca, tidak ada kemajuan sama sekali.


The Conference Failure
Kumi Naidoo dari Greenpeace menganggap kegagalan KTT ini sebagai "pengkhianatan" bagi negara miskin, negara-negara pulau kecil yang terancam tenggelam, dan terhadap next generation planet ini. Norbert Rottgen, Menteri Lingkungan Jerman, juga kecewa karena banyak pihak yang menimbulkan suasana provokatif di KTT ini. Anehnya, Obama dan Sekjen PBB malah mengatakan KTT ini berhasil mencapai kesepakatan. Tentu saja, pendapat itu tidak disambut baik oleh sebagian besar negara yang hadir.


Next Stop : Mexico
KTT yang mandek ini akan diteruskan tahun 2010 di Mexico untuk kembali mendiskusikan langkah untuk meredam global warming. Bayangkan, sampai akhir tahun 2009 saja, suhu bumi sudah naik 3 derajat Celcius!. Kalau terus naik sebagian besar Afrika dan Amerika Latin akan tidak bisa dihuni lagi, es di Greenland lumer dan permukaan air laut akan naik sekitar 7 meter. Hiiii serem ya....


Kita tunggu saja kesepakatan apa yang akan dihasilkan di Meksiko. Tapi sementara menunggu, kita nggak boleh diam saja, let's do our small party by living a daily green lifestyle!.

sumber : gogirl magazine dan berbagai sumber

Save our earth, now! Part 2


The Green Country


1. Jepang punya UU sampah yang usianya sudah seratus tahun. Semakin kesini, UU itu makin berkembang dan memiliki sub-sub. Sekarang, Jepang bahkan punya UU khusus sampah plastik, UU sampah kertas, dan seterusnya.

2. Warga jepang harus bayar kalau mau buang sampah yang besarnya lebih dari 30X30X30 cm (misalnya kulkas atau komputer). Semakin berat dan besar sampah yang dibuang, semakin besar ongkos yang harus dibayar si pembuang sampah (kurang lebih 10,000 yen per barang). Ini bikin warga jadi mikir-mikir buat nyampah seenaknya.
Makanya disana, barang-barang elektronik (TV, Komputer, Kulkas, dll) yang enggak terpakai lagi, biasanya akan dijual atau dikasih ke orang lain. Soalnya biaya membuang sampah yang berat dan besar disana mahal...

3. Tokyo Metropolitan Goverment (TMG) berambisi mengubah Tokyo jadi kota dengan banyak tanaman hijau. Mereka membuka taman-taman kota baru, menggalakkan penanaman tanaman hijau diatas atap, dinding gedung, serta menyisihkan beberapa meter jalanan di sekolah-sekolah untuk ditanami rumput.

4. Sejak 2006, Menteri Lingkungan hidup mengalakkan lagi pemakaian furoshiki, yaitu kain pembungkus tradisional yang bisa diikat hingga menyerupai tas. Tradisi furoshiki sudah ada sejak tujuh abad lalu, tapi waktu plastik muncul, furoshiki pun terlupakan. Kini, furoshiki adalah salah satu alat budaya yang dipakai warga Jepang buat memangkas limbah plastik. Kabarnya, para pengacara di sana sekarang lebih suka bawa kertas dokumen mereka dalam tas kain ini lho!. contoh yang baik nih...

5. Penyortiran dan pembuangan sampah rumah tangga di Jepang sangat ketat. Jadwalnya disebarkan ke setiap rumah dan sumber-sumber sampah lainnya. Dalam jadwal itu ada gambar pengelompokan jenis-jenis sampah dilihat dari kemasannya. Di Sapporo, Hokkaido, penyortiran sampah dibagi 4 kategori. Di Tokyo, penyortiran sampah agak beda. Sampah yang tergolong mudah terbakar diambil setiap senin. Kalau ada rumah yang keseringan kelewatan jadwal, siap-siap kena denda. Harus disiplin!.

6. Hampir di setiap rooftop gedung dan bangunan di kota Jepang ditanami berbagai macam tanaman, sehingga tampak seperti ruang hijau. Misalnya kayak diatas ACROS (Asian Cross Roads Over the Sea) building, yaitu gedung konvensi yang ada di Tenjin.

7. 23 Januari 2009, sebuah satelit pemantau global warming diluncurkan dari Pulau Tangeashima, Jepang. Menurut Badan Eksplorasi Ruang Angkasa Jepang (JAXA), satelit ini akan membawa Karbondioksida dan Methana dari 56.000 titik di bumi. Pemerintah Jepang berharap bisa dapat jalan keluar untuk mengatasi perubahan iklim akibat global warming lewat satelit ini.


Belajar dari Jepang, dan Praktekan di rumah anda sekarang :
  1. Biasakan menyortir sampah rumah ke dalam beberapa kategori. Misalnya sampah botol, plastik, kertas, beling, dan sampah basah. selain mengenal jenis sampah kita juga meringankan pekerjaan para penyortir sampah di tempat pembuangan sampah nantinya.
  2. Manfaatkan setiap area terbuka di rumah, gedung sekolah, gedung kantor, gedung kampus, menjadi ruang hijau dengan menanam pohon atau tanaman-tanaman hijau lainnya. Selain bisa menghirup udara yang fresh dipagi hari, juga bisa merefresh mata kita untuk melihat kehijauan, lumayan dan bermanfaat kan...
  3. yuk, kita contek prinsip furoshiki demi memberantas plastik!. Daripada pakai tas kresek atau plastik, lebih baik selalu pakai tas kain yang ramah lingkungan dan baik untuk bumi kita tercinta.

Save our earth, now! Part 1



Akibat global warming, alam menjadi kacau dan bumi semakin 'memberontak'. Kalau kita tetap cuek, ini sebagian bencana yang diprediksikan terjadi dan akan kita alami.

BEWARE : UPCOMING DISASTER!
akan lebih sering muncul banjir, tanah longsor, kekeringan, badai, angin puting beliung, serta el nino di berbagai belahan dunia. Lembaga riset Geoscience Australia memprediksi negara-negara di kawasan asia pasifik, akan dilanda bencana alam besar. Negara dataran rendah seperti bangladesh, akan hancur karena tsunami, badai dan banjir. Indonesia, Filipina, Cina, dan Himalaya bakal diguncang gempa dahsyat.

Permukaan air laut dunia naik setinggi 6 meter. Korbannya adalah sekitar 4 juta jiwa warga eskimo dan suku Inuit di Nuvanut, Alaska, Siberia, dan Greenland. Daratan semakin menyempit dan negara-negara kepulauan seperti Maldives, terancam terendam. Sekitar 400 juta penduduk di dunia akan kehilangan tempat tinggal.

Dalam keadaan normal, penduduk di India, Pakistan, Bangladesh, Burma, Cina, dan sejumlah negara Asia Tenggara bergantung pada pasokan air bersih dari mata air pegunungan Himalaya. Tetapi karena salju di Pegunungan Himalaya mencair dengan cepat, 200 danau di lereng Himalaya (yang biasanya mampu menampung ribuan ton air) akan jebol dan sekitar 40% penduduk dunia akan kehilangan sumber air bersih.

Saat ini suhu bumi sudah mencapai 15 derajat Celcius (dari suhu normal 12 derajat Celcius -13 derajat Celcius) dan suhu udara rata-rata meningkat antara 1,4 derajat Celcius-5,8 derajat Celcius per Tahun. Gelombang panas yang nggak normal akan mengakibatkan kekeringan dan sering terjadinya kebakaran.

Berbagai ekosistem bumi, terutama di Antartika dan Greenland terancam punah. Polar bears akan punah karena kelaparan atau kelelahan akibat harus berenang melintas lautan demi berburu makanan. Begitu juga beberapa jenis spesies darat yang nggak sanggup beradaptasi seperti reptil dan katak Harlequin. Burung-burung juga jadi korban, karena lahan basah di sepanjang pantai Mediterania yang selama ini jadi habitat migrasi mereka hancur akibat naiknya permukaan air laut.

Karena bumi memanas, air laut juga semakin panas dan kadar keasaman laut ikut meningkat. Terumbu karang yang menjadi habitat dari berjuta-juta mahluk laut akan rusak hingga ekosistem laut jadi kacau.




INDONESIA predict...
Indonesia juga nggak luput dari berbagai prediksi ancaman bencana, diantaranya :
  • Karena sejak tahun 1990, suhu rata-rata Indonesia secara konsisten naik 0,3 derajat Celcius per Tahun. Bayangkan, akan seperti apa panasnya Indonesia Tahun 2050.
  • Sekitar 2000 pulau di Indonesia akan tenggelam!. Tahun 2050 diperkirakan seluruh pesisir Indonesia bakal terendam termasuk 10.000 hektar sawah.
  • Musim hujan yang selalu berubah dan terlambat, menyebabkan kegagalan panen, khususnya di Subang dan Pati.
  • Kesuburan tanah pertanian merosot. Produksi padi, jagung, kacang kedelai, dan umbi-umbian akan menurun drastis.
  • Karena setiap tahun suhu air laut meningkat 0,2 derajat celcius-2,5 derajat celcius, sebagian terumbu karang di perairan Indonesia akan rusak.




sumber : gogirl magazine, dan berbagai sumber lainnya